Membuka Kemasan dan Menerbangkan Drone GoPro

Membuka Kemasan dan Menerbangkan Drone GoPro

DJI Phantom perlahan tapi pasti mulai di ‘nina bobo’ kan oleh Nick Woodman selaku CEO perusahaan GoPro. Nickk diketahui selama ini mempelajari seluk beluk kinerja Drone DJI untuk kemudian membuatnya lebih baik dan memiliki harga yang lebih rendah.

Karma, Drone GoPro menjadi Drone pertama yang diciptakan Nick dan kawan-kawan. Bentuknya sangat sederhana tanpa kesan ‘ribet’ yang menyertai. Mungil, bisa dilipat, dan  ringkas tanpa harus bergantung smartphone, itulah yang menjadi daya tarik untuk Drone karma ini.

Dalam kemasan Drone Karma GoPro, disertakan remote control khusus dengan desain clamshell, mirip ponsel lipat. Nah, pada salah satu sisi controller ada layar touchscreen untuk navigasi, sementara di sisi lainnya terdapat sepasang joystick dan beberapa tombol untuk take off, landing, dan kembali ke lokasi pengguna yang dibuat dengan sangat sederhana.

Selain itu, GoPro juga turut membenamkan mounting yang didesain khusus . Mounting ini memiliki gimbal 3-axis (sumbu) sebagai peredam goyangan saat merekam gambar dan bisa dilepas untuk digunakan terpisah sebagai handheld stabilizer stick layaknya DJI Phantom yang memiliki harga sekitar Rp 7 juta untuk saat ini.

Kelebihan karmaDrone juga tidak sampai disitu saja, pengguna diklaim bisa leluasa menjalankan pesawat ini pada cuaca ekstrim seperti angin kencang atau bersalju sekalipun. Sayang, untuk kamu yang memiliki GoPro Hero 3 tidak bisa menikmati kecanggihan Drone ini lantaran hanya kompetible pada GoPro Hero 4, Hero 5 Black dan Hero 5 Session saja.

Handson Karma Drone GoPro

 Akun youtube CaseyNeistat yang kerap membahas seputar teknologi Drone menayangkan ulasan lengkap dari Drone Karma GoPro ini. Pertama yang dirinya lakukan yakni membuka kemasan yang ternyata begitu sangat kecil untuk ukuran Drone professional pada umumnya.

 Karma Drone dilengkapi koper kecil yang mampu memuat seluruh perlengkapannya seperti baterai yang memiliki ukuran paling besar, empat rotor, charger, handheld stabilizer stick, dan kamera tentunya. Keseluruhan perangkat saat di ‘gendong’ dengan ransel hanya memiliki bobot 2,2 pon saja atau setara dengan MacBook 12 inci milik Apple.

Setelah membuka isi kotak, CaseyNeistat kemudian membandingkannya dengan DJI Phantom yang selalu identik dengan warna putih susu. Kemudian, dirinya menjajal handheld stabilizer yang disandingkan dengan GoPro Hero 5 sambil bermain skateboard.

Hasilnya, handheld stabilizer milik GoPro nyaris tanpa cela dan terlihat sangat baik menangkal goncangan. Usai mengendarai skateboard, ia pun sampai ditepi laut kota NYC dan bersiap menerbangkannya.

Durasi dari Drone karma ini bisa mencapai 15-20 menit waktu penerbangan dan 1 jam untuk  controllernya. Oh ya, drone ini juga memiliki kecepatan maksimum 35 mil per jam, jangkauan hingga 3.280 kaki dan bisa naik ke 14.500 kaki.

Drone Karma ini bakal melantai di berbagai macam toko  pada 23 Oktober mendatang dengan harga 799 dollar AS atau setara Rp 10,5 juta. Jika tak memiliki GoPro Hero 5 Black tersedia pilihan harga 1.099 dollar AS atau setara Rp 14,5 juta. Nah, jika ingin yang lebih murah,  terdapat juga pilihan Hero 5 Session yang harus ditebus dengan mahar senilai 999 dollar AS atau sekitar Rp 13,2 juta jika dirupiahkan dengan kurs saat ini.

Penasaran dengan aksi CaseyNeistat, Jerukers ? Langsung saja simak tayangan berikut ini :

(ARB)