Ulang Tahun ke-7, Bukalapak.com Curhat Perjalanan Hidupnya

Ulang Tahun ke-7, Bukalapak.com Curhat Perjalanan Hidupnya

Bukalapak sebagai platform belanja online yang mengawali dari balik kamar kos, kini sudah berusia 7 tahun. Diumur yang masih belia ini, mereka mengumumkan sebuah pencapaian nilai transaksi hingga Rp10 triliun dengan total karyawan saat ini 500 orang.

“Rata-rata nilai transaksi per hari Bukapalak mencapai Rp 7 miliar per hari pada 2015, dan terus mengalami peningkatan menjadi Rp 50 miliar per hari pada 2016. Jumlah itu tidak termasuk gelaran event-event tertentu, antara lain Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang diselenggarakan setiap tahun,” ungkap CEO Bukalapak, Achmad Zaki saat HUT ke 7 Bukalapak di Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Zaki menyebut, jumlah nilai transaksi tersebut mencapai 99% ditujukan untuk para pelapak, sedangkan sisanya untuk penyedia marketplace Bukalapak. Tujuannya, kehadiran Bukalapak sebagai sarana menghubungkan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dengan para pembeli.

“Saat ini yang diuntungkan hanya pelapak dan kami mendapatkan untuk yang sangat kecil. Namun bila melihat pendapatan bersih kami yang tumbuh tujuh kali lipat dibanding tahun lalu, kami yakin kalau tak lama lagi bukalapak.com bakal mampu mendapat keuntungan yang sangat besar,” tandasnya.

Dia juga menyebut, pertumbuhan tidak melulu terjadi pada lini nilai transaksi dan pendapatan saja, melainkan juga pada jumlah pengunjung dan juga jumlah pelapak. Disebutkan, jumlah pengunjung mengalami peningkatan 16 kali lipat mencapai 13,4 miliar tahun 2016 dibandingkan masih 800 juta pengunjung pada 2015.

Untuk m menyiasati keuntungan lebih, perusahaan yang telah disuntik Emtek Group senilai 432,69 Miliar Rupiah ini menyajikan fitur berbayar seperti Push, Promoted Push, Premium Account. Selain itu, mereka juga meluncurkan berbagai fitur baru seperti layanan pemberian modal BukaModal, layanan investasi BukaReksa, hingga layanan promosi di Google dan Facebook yang bernama BukaIklan.

Perjalan Bukalapak



Ditengah syukuran HU7 Bukalapak yang dimeriahkan NTRL dan Sheila On 7, CEO Bukalapak, Achmad Zaki membagikan perjalan Bukalapak kepada para tamu undangan yang dihadiri oleh pewarta, pelapak, karyawan Bukalapak, pihak terkait hingga beberapa menteri di Balai Kartini. Dalam kesempatan ini pula, turut hadir Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartanto dan Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Rudiantara.

Zaky menuturukan Tanggal 10 Januari menjadi hari terbentuknya Bukalapak yang digawangi oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid. Bukalapak berdiri di sebuah rumah kos di kota Bandung, Jawa Barat.

“Sangat berat meyakinkan orang tua kami pada saat itu, kami dinilai hanya pengangguran yang tidak bekerja kantoran,” kenang Zaky dengan mata yang berkaca-kaca.

Kemudian di tahun 2011, Bukalapak menambah karyawan dengan total menjadi 5 orang dan berhasil membujuk 10.000 UKM untuk mau bergabung. Tak disangka, ditahun 2012 ternyata jumlah antusiasnya meningkat menjadi 50.000UKM hingga tercetus membentuk komunitas UKM.

Tahun demi tahun berjalan, hingga puncaknya  pada 2016 secara resmi membuka kantor baru di Plaza City View, Kemang Timur, Jakarta Selatan. Kantor ini kemudian, menampung 500 pegawai dan menjadi sejarah tercatatnya total transaksi jual beli yang tembus hingga Rp10 triliun pada tahun 2016.

“Tak akan ada kata puas untuk kita. Sebagai produk anak bangsa, kami berharap Bukalapak akan mempunyai suatu produk yang sangat besar yang bisa diakui dimata dunia,” pungkas Achmad Zaky yang juga seorang alumni ITB dengan total IPK 4,00.

(ARB)