Review Moto E3 Power : Ponsel Murah Tanpa Perlu Bantuan Powerbank

Review Moto E3 Power : Ponsel Murah Tanpa Perlu Bantuan Powerbank

Akhir Oktober lalu Motorola Moto E3 Power resmi meluncur di Jakarta. Sempat terdengar asing lantaran ‘mandul’ dari peredaran di Indonesia, kini merk yang sudah dikawinkan oleh Lenovo ini menandai terlahirnya kembali dengan ponsel terjangkau yang menjanjikan daya tahan baterai kuat.

Asus , Xiaomi, Evercoss, Coolpad, Huawei, Infinix maupun Acer sudah lebih dahulu main disegmen baterai besar. Motorola kini pun juga tergiur untuk menghadirkan yang demikian. Lalu, seperti apa kehebatan Moto E3 Power ini ? Mari simak ulasan selengkapnya.

Desain

Moto E3 Power begitu kental dengan nuansa warna hitam dan warna chrome gelap, sehingga membuat kesan premium sedikit terasa. Bagian belakang dibuat cembung, lengkap dengan teksture karet serta sisi yang memiliki sudut tumpul membulat. Dengan begitu, kesan pas dalam genggaman jelas amat terasa.

Melongok kebelakang, terdapat cover penutup baterai yang mudah dibuka. Meski begitu, ternyata Moto E3 Power juga dianugerahi fitur splashproof yang membuatnya bisa bebas terkena percikan air saat kamu tidak sengaja terjebak dalam guyuran hujan.

Seperti ponsel Android kebanyakan, Moto E3 Power juga menempatkan tombol volume dan power pada sisi kanan. Untuk Slot MicroUSB seperti biasanya terletak dibagian bawah dan lubang jack audio yang ditempatkan dibagian sisi atas.



Dibagian depan, layar 5 inci HD IPS beresolusi 1280 x 720 piksel yang cukup jernih terpampang. Tingkat kecerahan dan warna yang tak berlebihan cukup untuk memanjakan mata. Asyiknya lagi, ponsel murah ini tidak memiliki kendala berarti saat layarnya terpapar sinar matahari terik dan cukup responsif hingga dapat mendeteksi 5 sentuhan jari sekaligus.


Dibawah layar, kamu bakal menemukan tombol navigasi berupa tombol Home, Back, dan Recent Apps yang tertanam didalam layar.  



Kamera

Kamera utama Moto E3 Power bersensor 8MP berikut bukaan  f/2.2 aperture, autofocus dan LED flash. Autofokusnya terasa sangat cepat hampir tanpa jeda. Hasil dalam kondisi terang tanpa kendala dengan kontras warna yang sangat baik.

Saat kondisi minim cahaya, kegagahan kamera 8MP dari Moto E3 Power mulai menurun. Terlihat dalam foto ini, saat kami ambil dalam kondisi senja detil yang terpancar mulai menurun dan noise foto mulai timbul. Walau begitu, Moto E3 Power tetap bisa menangkap warna dengan sangat baik.

Meski kameranya tak terlalu istimewa, pengaturan manual untuk White Balance dan ISO tetap tersedia. Oh ya,  penyaluran hasrat berselfie juga tak luput tersaji dalam sensor 5 MP lengkap dengan mode beautify yang bisa diatur sesuai kebutuhan kamu.

Berikut foto yang kami bidik dari kamera Moto E3 Power, :











Baterai



Embel-embel power dibalik namanya bukan tanpa alasan. Ya, baterai kuat menjadi andalannya untuk bisa menarik hati calon pembeli. Disokong kapasitas baterai 3500 mAh, membuat perangkat ini mampu bertahan selama lebih dari 12 Jam lamanya saat diuji dengan menggunakan PCMark Battery Test.

Saat kami uji, dengan wifi, Bluetooth, email, browsing hingga streaming yang terus aktif. Perangkat ini terbukti tak beda jauh dari hasil diatas, 9 jam Moto E3 Power bisa bertahan hidup. Itu artinya, bisa menemani keseharian tanpa harus bergantung dengan powerbank.



Sayang, tak seperti ponsel baterai bongsor pada umumnya, fitur reverse charging untuk membuatnya menjadi powerbank yang berguna bagi perangkat lain tidak disediakan oleh Motorola. Nah, sedangkan untuk pengisian dayanya, pengguna dimanjakan berkat adanya fitur Fast Charging yang membuat isi ulang selama 15 menit, menghasilkan baterai 5 jam pakai.

Perfoma



Moto E3 Power dipasangkan prosesor MediaTek MT6735 dengan empat inti prosesor quad-core kecepatan 1.0GHz 64-bit yang berpadu bersama RAM 2GB serta internal memori 16GB. Kombinasi ini menghilkan performa yang tidak terlalu tinggi.

Akibatnya sedikit jeda dan tersendat selalu menyertai saat membuka aplikasi terlalu banyak. Dengan spesifikasi ini, kamu juga tidak bisa berharap banyak untuk bisa menjalankan aplikasi berat maupun bermain game dengan grafis tinggi.

Karena sejatinya, Moto E3 Power dirancang untuk kebutuhan harian dan untuk aktifitas ringan seperti browsing, streaming, bersosial media, chating hingga bermain game ringan. Berikut performa yang kami coba tes menggunakan aplikasi Benchmark.



Konektifitas



Motorola Moto E3 terlahir untuk bisa menangkap sinyal 4G LTE dengan LTE Cat4 yang secara teori mampu menghasilkan kecepatan maksimal 150 Mbps untuk download dan 50 Mbps untuk upload.

Selain itu, Moto E3 power juga didukung konektifitas lainnya berupa Bluetooth, Wifi, GPS dan USB OnTheGo (OTG).

Kelebihan Moto E3 Power



-Desain menawan dengan harga terjangkau

-Anti percikan air

-Baterai awet

-Baterai dapat dilepas

-Konektifitas 4G LTE

-Harga terjangkau

-Android 6.0 Marshmallow

-Kamera utama bagus

- Layar tajam dan jernih

Kekurangan Moto E3 Power



- SoC Entry Level

- Sensor kurang lengkap

- Tidak support Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

- tidak adanya lampu notifikasi

- Tidak adanya fitur reverse charging yang membuatnya menjadi powerbank

Top Notch

Dimensi                                : 143,8 x 71,6 x 9,6 mm, 153 gram

Layar                                    : 5 inci 1.280 x 720 piksel

Prosesor                              : MediaTek MT6735p quad-core 1.0 GHz

GPU                                     : Mali-T720

Memori                              : RAM 2GB, Internal 16GB (microSD up to 32 GB)

Sistem Operasi                  : Android Marshmallow 6.0.1

Baterai                               : 3.500 mAh (Rapid Charge)

Jaringan                             : 4G LTE – Dual Sim

Kamera                              : Kamera utama 8 MP & kamera depan 5 MP

Sensor                                : Accelerometer, proximity, ambient light

Harga                                 : Rp1.899.000

Kesimpulan

Moto E3 Power menempelkan banderol senilai Rp1.899.000 , harga ini begitu sangat bersaing dikelasnya. Untuk penggunaan sehari-hari seperti browsing, mendengarkan musik, memainkan sosial media, berkirim email hingga menonton video bisa dilakukan tanpa kendala yang sangat berarti.

Terlebih hasil kamera utamanya juga cukup bisa diandalkan untuk sekedar memamerkan hasil foto di jejaringan sosial. Bicara bentuk, tentu nama  besar Motorola menjadikan ponsel ini mengusung bentuk yang tak main-main. Kesan pas, rapih, dan keren bisa diungkapkan untuk desainnya.

Yang perlu dicatat, Moto E3 Power tercipta untuk segmen Entry-level dan bukan ponsel mahal kelas menengah ke atas yang selama ini sering dirilis Motorola. Dengan begitu, kamu jangan berharap terlalu banyak untuk bisa menjalankan aplikasi serta game berat dengan grafis tinggi.

Lantaran memiliki sensor yang minim, kamu juga jangan berharap untuk bisa menjalankan aplikasi Virtual reality atau memutar video 360 derajat. Sekali lagi, Moto E3 Power hadir untuk kamu yang menggunakan ponsel untuk fungsi sederhana yang mendambakan baterai awet tanpa perlu membawa powerbank.

(ARB)