Bagi yang Sering Belanja Online, Waspadai Keylogger ‘Si Perekam Password’

Bagi yang Sering Belanja Online, Waspadai Keylogger ‘Si Perekam Password’

Di tahun ini belanjana Online dikatakan terus meningkat, setiap harinya jutaan orang bertransaksi melalui internet dengan perangkat komputer maupun smartphone. Namun, banyak yang tak menyadari bahwa sebenarnya pengguna tak selamanya aman dalam hal bertransaksi.

Hal ini lantaran, para pelaku kejahatan Cyber terus mencari celah. Bahkan meretas maupun mengirimkan pesan dikatakan masih tergolong kurang ampuh ketimbang cara ‘jadul’ yang sering digunakan sejak beberapa tahun silam seperti keylogger.

Territory Channel Manager, Kaspersky SEA - Indonesia, Dony Koesmandarin menyebut bahwa keylogger saat ini masih saja tetap marak bahkan para pelaku lebih sering menggunakan cara ini ketimbang cara rumit seperti meretas maupun cara sejenis lainnya.

“keylogger merupakan cara jadul yang tergolong ampuh untuk digunakan karena sulit dideteksi tanpa menggunakan software antivirus, bahayanya lagi tidak akan terlihat pada task manager komputer serta sangat mudah dibuat  bahkan hanya bermodalkan USB saja,” Ujar Dony pada kesempatan Media Briefing yang diadakan di Grand Indonesia,Jakarta, hari ini, Selasa, (29/3/2016).

Bahkan jika tak ingin repot, Dony menyebut keylogger dengan seperangkat alat bisa didapatkan ditoko elektronik daerah Jakarta Pusat dengan banderol hanya Rp 200 ribuan saja untuk ditempelkan ke komputer target dan dapat dikontrol dari jarak jauh.

Bahanya lagi, keylogger juga bisa bekerja di smartphone Android hanya dengan sekali ‘colok’ USB OTG semata yang telah dibuat script-nya untuk merekam setiap password yang diketik pengguna ketika bertransaksi.

Untuk itu, Dony berpesan agar pengguna selalu sadar akan bahaya tersebut serta menghindari dari penggunaan perangkat yang diakses oleh banyak orang seperti warnet dan sebagainya. Dirinya juga membagikan tips untuk terhindar dari masalah tersebut seperti :

1. menginstall antivirus yang terpercaya dan jangan lupa juga selalu memperbaharuinya

2. Install personal firewall

3. Backup data, karena tak semua antivirus mampu melindungi data pengguna secara keseluruhan

4. Update sistem operasi, dari sana diketahui berbagai macam malware yang bisa menginfeksi perangkat

5. Jangan gunakan HTML ketika menulis email

6. Jangan jalankan file executable dengan artian dapat bekerja untuk menginstall seperti file berakhiran .exe, .bat, dan lain-lain yang didapat dari email

7. Gunakan password yang kuat dengan kombinasi besar kecil, hingga penggunaan angka.

8. Jangan balas email spam dan jangan klik tombol "Unsubscribe" di email spam

9. Yang terakhir cara yakni selalu gunakan perangkat pribadi dalam bertransaksi online

Sekedar informasi, keylogger sendiri merupakan aplikasi yang membuat bayangan pada password sehingga apapun yang diketikan pada keyboard bakal terbaca secara keseluruhanya, jika bekerja malware ini sulit untuk terbaca oleh awam biasa.

Keylogger tak melulu berbentuk software semata, untuk lebih akurat biasanya pelaku menggunakan hardware semacam USB yang disebutkan sebelumnya, sehingga tanpa ‘ritual’ seperti instalasi pun bisa bekerja dengan baik.

(ARB/ARB)